TAWA SASTRA – Penggunaan rokok herbal belakangan ini semakin banyak ditemui di berbagai lingkungan masyarakat.
Kehadirannya yang semakin mudah ditemukan membuat penggunaan rokok herbal menjadi perhatian tersendiri di tengah masyarakat.
Jika dulu orang hanya mengenal rokok konvensional, sekarang suasananya sedikit berubah.
Di atas meja, mulai muncul bungkus-bungkus rokok herbal dengan aroma yang berbeda dari biasanya.

Berawal dari timbulnya rasa penasaran, beberapa pun ikut mencoba karena lingkungan sekitar.
Namun, beberapa juga hanya sekadar ingin tahu mengada produk tersebut tiba-tiba ramai dibicarakan.
Fenomena ini berkembang perlahan, tapi terasa nyata.
Bukan hanya karena produknya mulai mudah ditemukan, tetapi juga karena penggunaannya makin sering terlihat dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
Salah satu pengguna rokok herbal yang enggan disebutkan namanya, mengaku mulai menggunakan rokok herbal sekitar enam bulan lalu.
Awalnya, hanya melihat beberapa temannya menggunakan rokok herbal saat duduk bersama.
“Awalnya lihat teman-teman pakai waktu nongkrong. Karena sering lihat, jadi penasaran juga,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan rokok herbal sekarang memang jauh lebih sering ditemui dibanding beberapa waktu lalu.
Ia merasa tren tersebut berkembang cepat, terutama melalui lingkungan pertemanan.
“Sekarang ke mana pun pasti ada saja yang pakai. Kadang satu orang bawa, terus yang lain ikut penasaran.”
Ia mengaku alasan dirinya menggunakan rokok herbal lebih karena rasa ingin tahu.
Ia penasaran dengan alasan banyak orang mulai menggunakannya.
Baginya, fenomena ini mirip seperti tren lain yang menyebar lewat tongkrongan dan media sosial, muncul perlahan, lalu tiba-tiba ada di mana-mana.
“Kayaknya sekarang orang gampang penasaran kalau lihat sesuatu sering muncul. Apalagi kalau teman sendiri yang pakai,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengatakan bahwa dirinya tidak menggunakan rokok herbal setiap hari.
Ia sering menggunakan hanya ketika sedang ingin menggunakan rokok herbal.
“Bukan yang harus tiap hari juga. Paling pas lagi pingin aja,” katanya.
Sementara itu, Irwan mulai menggunakan rokok herbal sejak sekitar delapan bulan lalu.

Ia mengaku pertama kali mengetahui rokok herbal melalui penjelasan seorang terapis yang menjelaskan fungsi dari rokok herbal tersebut.
“Awalnya dijelaskan soal fungsi rokok herbal dan akhirnya saya coba sendiri,” ujarnya.
Berbeda dengan narasumber pertama yang mengenal rokok herbal dari lingkungan tongkrongan, Irwan mengaku memiliki alasan pribadi dalam menggunakan rokok herbal.
Ia mengatakan penggunaan rokok herbal dilakukan untuk menjaga kondisi tubuhnya, terutama berkaitan dengan tekanan darah dan daya tahan tubuh.
“Saya pakai karena ingin menjaga tekanan darah supaya tidak tinggi dan mempertahankan daya tahan tubuh,” katanya.
Menurut Irwan, penggunaan rokok herbal kini memang semakin mudah ditemui di berbagai lingkungan masyarakat.
Ia merasa fenomena tersebut berkembang cukup cepat karena semakin banyak orang mulai membicarakannya.
“Sekarang sudah makin sering lihat orang pakai rokok herbal. Bukan cuma di tongkrongan, tapi juga di lingkungan lain,” ujarnya.
Terkait dampak yang dirasakan setelah menggunakan rokok herbal selama beberapa bulan terakhir, Irwan mengaku tubuhnya terasa lebih stabil dibanding sebelumnya.
Ia juga merasa daya tahan tubuhnya menjadi lebih baik.
“Yang paling terasa itu badan jadi lebih enak dan tekanan darah lebih stabil,” katanya.
Fenomena meningkatnya penggunaan rokok herbal menunjukkan bagaimana sebuah tren bisa berkembang dari berbagai latar belakang yang berbeda.
Beberapa menggunakannya karena rasa penasaran dan pengaruh lingkungan sosial, beberapa pula yang merasa memiliki alasan tertentu untuk mencobanya.
Selain pengaruh lingkungan pertemanan, media sosial juga punya peran besar dalam mempercepat penyebaran tren tersebut.
Konten-konten pendek tentang rokok herbal, mulai dari ulasan santai sampai video tongkrongan malam, membuat masyarakat makin akrab dengan fenomena ini.

Algoritma media sosial seolah bekerja seperti teman tongkrongan, semakin sering muncul, semakin membuat penasaran.
Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana masyarakat sekarang sangat dekat dengan budaya “lihat lalu coba”.
Ketika sesuatu mulai ramai dibicarakan dan sering muncul di sekitar, rasa penasaran jadi sulit dihindari.
Meski penggunaan rokok herbal makin marak, sebagian masyarakat tetap memilih bersikap santai dan tidak terlalu berlebihan dalam menanggapinya.
Beberapa pengguna mengaku hanya menggunakan rokok herbal dalam situasi tertentu dan tidak menjadikannya sebagai kebutuhan utama sehari-hari.
Di tengah maraknya tren yang datang silih berganti, fenomena rokok herbal menjadi contoh bagaimana lingkungan sosial dan media digital bisa membentuk kebiasaan baru di masyarakat.
Dari tongkrongan kecil sampai lini masa media sosial, tren ini bergerak pelan, lalu tiba-tiba terasa ada di mana-mana.
Seperti kebanyakan tren lainnya, semuanya mungkin memang berawal dari satu kalimat sederhana, yakni “Coba sekali aja.”
Editor: Carissa Azahra Candraningtyas | Cr: Dokumen Pribadi


Tinggalkan Balasan