TAWA SASTRA – Jerome mengartikan matematika bukan sebagai hal yang harus ditakuti, melainkan sebuah seni memecahkan masalah.
Baginya, pendidikan khususnya ilmu yang dapat dibuktikan dengan pasti bukan sekadar deretan angka dan rumus di papan tulis sekolah.
Matematika adalah logika, dan pendidikan adalah jembatan untuk memahami dunia.
Nama Jerome Polin sudah tidak asing lagi bagi generasi muda Indonesia.
Kiprahnya di dunia media sosial sungguh tidak bisa dipandang sebelah mata.
Jerome adalah pionir di antara para kreator konten edukasi (edutainment).
Ia merawat jejaring literasi digital, terutama literasi matematika dan bahasa (Jepang), melalui channel YouTube Nihongo Mantappu.
Jerome bukan hanya seorang YouTuber, melainkan pendiri dari Mantappu Corp, sebuah perusahaan manajemen talenta yang mewadahi banyak konten kreator.
Melalui perusahaannya, Jerome berkontribusi dalam membangun dan mengangkat kreator-kreator muda yang membawa nilai positif dan inspiratif, alih-alih bukan sekadar sensasi.
Melalui konten-kontennya, Jerome banyak membantu pelajar di berbagai daerah.
Ia sering menyelipkan sesi belajar matematika di tengah vlog jalan-jalannya serta mengadakan tantangan berhitung.
Ia membuktikan bahwa edukasi bisa menyatu dengan hiburan.
Mengejar Beasiswa
Jerome tumbuh besar di Surabaya, Jawa Timur, meski lahir di Jakarta.
Ia berasal dari keluarga kelas menengah yang sangat peduli pada pendidikan.
Bapaknya adalah seorang pendeta dan ibunya seorang ibu rumah tangga.
Ia masih ingat betul saat-saat ia menyadari bahwa keluarganya tidak memiliki dana yang cukup untuk menyekolahkannya ke luar negeri.
Hal itu adalah sebuah mimpi yang sudah ia tanam sejak kecil.
Kecintaan Jerome terhadap matematika bisa jadi terpupuk dari kondisi tersebut.
Ia tahu, satu-satunya cara untuk kuliah di luar negeri secara gratis adalah dengan menjadi yang terpintar dan memenangi beasiswa.
Semasa bersekolah di SMA Negeri 5 Surabaya, ia mati-matian belajar, mengikuti berbagai olimpiade, dan memupuk portofolionya.
Cita-citanya saat itu adalah masuk Nanyang Technological University (NTU) di Singapura.
Meski lulus tes, ia hanya mendapatkan beasiswa parsial.
Keterbatasan biaya memaksanya mengubur mimpi itu.
Namun, kegagalan tersebut tidak menghentikan langkahnya.
Ia banting setir, belajar bahasa Jepang dari nol dalam waktu singkat.
Akhirnya, ia berhasil meraih beasiswa penuh dari Mitsui-Bussan Scholarship untuk menempuh pendidikan di Universitas Waseda, Jepang.
Di Jepang, Jerome menjajaki langkah hidup baru sebagai mahasiswa Jurusan Matematika Terapan.
Menjadi mahasiswa di negeri orang justru memperkuat rasa cintanya pada Indonesia.
Ia melihat bagaimana Jepang membangun bangsanya lewat pendidikan yang disiplin dan inovasi teknologi.
Hal ini mendorongnya untuk mulai membuat vlog di YouTube, awalnya untuk membagikan cara belajar bahasa Jepang dan matematika, hingga akhirnya meledak dan ditonton jutaan orang.
Gerakan Edutainment
Jerome melihat gerakan literasi digital di Indonesia sudah sangat masif, tetapi porsi konten edukasinya masih kurang.

Berkat media sosial, arus informasi tidak lagi terpusat di Jakarta.
Anak-anak di desa kini bisa belajar matematika dari ponsel mereka dengan kualitas pengajaran yang sama dengan anak-anak di kota besar.
Pendidikan formal menurut Jerome, kadang terasa kaku.
Baginya, setiap anak punya kecepatan belajar yang berbeda.
Melalui video-videonya, ia hanya ingin membuktikan bahwa belajar itu bisa menyenangkan.
Jerome menekankan, ia akan terus berada di jalur pendidikan dan inspirasi anak muda.
Ia memastikan bahwa frasa “Mantappu Jiwa” bukan sekadar jargon, melainkan semangat pantang menyerah untuk terus belajar.
Jerome Polin Sijabat
Lahir: Jakarta, 2 Mei 1998
Pendidikan:
- S1 Matematika Terapan, Universitas Waseda, Jepang
- SMA Negeri 5 Surabaya
Karier:
- Konten Kreator (Nihongo Mantappu)
- Pendiri dan CEO Mantappu Corp
- Co-founder Menantea
Editor: Mohammad Ganda Wibawasakti | Cr: duniagames.co.id, pinterest