MBG merupakan program pemerintah yang mulai dilaksanakan secara serentak pada awal tahun 2026. Program MBG ini diberikan kepada anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Adapun tujuan program tersebut untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan penerimanya. Namun, program MBG akhir-akhir ini menjadi perbincangan banyak orang.
Isu program MBG, terutama terkait kualitas makanan, kembali menjadi sorotan setelah sejumlah kasus keracunan menimpa anak sekolah.
Dalam beberapa temuan, makanan MBG dinilai tidak layak dikonsumsi, mulai dari sayuran hingga nasi yang disajikan.
Isu keracunan tersebut terus menjadi perbincangan di media sosial. Yang paling sering dibahas adalah kualitas makanan yang diduga sudah basi, tetapi masih dibagikan kepada anak sekolah.
Selain itu, makanan seperti sayur yang seharusnya dikonsumsi dalam waktu sekitar lima jam setelah dimasak justru baru disantap sekitar sembilan jam kemudian saat jam istirahat sekolah.
Selain itu, ada juga satu kasus sajian MBG yang dinilai tidak seharusnya diberikan kepada anak-anak, yaitu buah kelapa utuh yang ramai dibahas di media sosial.
Banyak pihak menilai penyajian makanan seperti itu kurang wajar.
Memang, kualitas makanan tersebut bergantung pada mitra masing-masing daerah.
Namun, makanan yang seharusnya tidak diberikan kepada anak-anak masih ditemukan dalam program ini.
Seharusnya, mitra dalam setiap daerah sudah paham dalam memilih dan memilah kualitas makanan yang layak diberikan kepada seluruh penerima program MBG.
Di sisi lain, program ini merupakan program yang memiliki tujuan yang positif.
Tetapi, sisi negatif program ini juga lebih sering disorot, mulai dari makanan basi, jamuran, hingga menu yang dianggap kurang tepat seperti buah kelapa utuh.
Kalau isu ini terus terjadi, dampaknya bisa ke mana-mana. Anak tidak ingin memakan makanan yang diberikan dan mitra selalu ditegur dalam proses penyajian makanan.
Andai saja mitra menyajikan makanan yang benar-benar higienis dan bergizi, isu seperti ini mungkin tidak akan terus ramai di media sosial.
Catatan Redaksi: Tulisan ini merupakan karya mahasiswa sebagai bagian dari pemenuhan UTS mata kuliah Penulisan Opini dan Resensi.
Editor: Vivian Rumada Siregar | Cr: amikom.ac.id