Menjaga alam tidak harus melulu perkara yang besar. Justru dimulai dari bagaimana kita mengelola tempat sampah di rumah sendiri.Â
Setiap kali musim hujan tiba, pemandangan perkampungan ataupun jalanan yang tergenang air disebabkan oleh sampah yang tersumbat sudah menjadi hal biasa yang kita lihat.

Anehnya, saat banjir melanda kita sering kali langsung menyalahkan pemerintah tentang sistem drainase yang buruk.
Namun, jarang sekali kita melihat perilaku yang telah kita perbuat kepada lingkungan sekitar, mengingat kembali berapa banyak sampah yang kita buang sembarangan.
Kita baru sibuk membicarakan soal kelestarian lingkungan ketika dampaknya sudah mengganggu aktivitas sehari hari kita.
Isu lingkungan hidup sebenarnya bukan hal yang jauh dari keseharian kita.
Masalah ini justru ada di sekitar kita, mulai dari kebiasaan sepele sehari hari.

Hawa yang semakin panas di siang hari, tumpukan sampah yang menggunung di TPA, hingga air sungai yang keruh dan bau adalah tanda bahwa lingkungan kita sudah tercemar.
Tantangan terbesar dalam menjaga lingkungan saat ini adalah sifat manusia yang menyukai hal hal instan dan praktis.
Membeli minuman kemasan sekali pakai, memesan makanan online dengan bungkus plastik, ataupun bungkus bungkus makanan sehari hari.
Kita sering menutup mata pada kebiasaan kebiasaan ini karena merasa toh juga orang lain juga melakukannya.
Padahal, jika jutaan orang berpikiran sama setiap hari, jumlah sampah yang dihasilkan akan menjadi bom waktu bagi lingkungan kita.
Membawa botol minum sendiri dari rumah atau memakai tas belanja kain merupakan bentuk tindakan yang peduli terhadap lingkungan.
Kita terlalu banyak disajikan dengan fasilitas yang disediakan oleh industri tanpa memikirkan kemana perginya sampah tersebut setelah dibuang.
Selama kita masih menganggap bahwa urusan sampah adalah tugas dari petugas kebersihan, maka masalah sampah ini tidak akan selesai.
Mulai dari Langkah Kecil di Rumah
Mengubah keadaan lingkungan tidak harus dimulai dengan gerakan besar seperti menanam pohon di hutan atau menyuarakan isu lingkungan.
Langkah paling efektif justru dimulai dari dapur rumah kita.
Hal sederhana seperti mulai memilah sampah organik dan sampah anorganik adalah kontribusi nyata yang bisa dilakukan oleh siapa saja.
Selain itu, kurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari hari.
Ketika berbelanja ke warung dekat rumah, biasakan membawa kantong belanja sendiri.
Pemerintah berperan membuat aturan, tetapi tanpa kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, aturan tersebut tidak akan berjalan efektif.
Alam sudah memberikan segalanya untuk kebutuhan kita, kini giliran kita yang meluangkan waktu dan kepekaan diri terhadap lingkungan sekitar demi menjaga kelestariannya.
Editor: Mohammad Ganda Wibawasakti | Cr: pinterest, pinterest