TAWA SASTRA – Bagi mahasiswa Universitas Sanata Dharma, khususnya yang beraktivitas di Kampus Mrican, Kantin Realino tentu bukan tempat yang asing. Tempat ini sudah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kampus.
Bukan hanya sebagai tempat makan, Kantin Realino juga menjadi ruang singgah bagi mahasiswa untuk melepas penat sejenak setelah menjalani aktivitas perkuliahan.
Pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang jam makan siang, kantin ini mulai dipadati mahasiswa yang baru selesai mengikuti kelas.
Sebagian datang untuk mengisi perut, sebagian lagi sekadar duduk santai sambil berbincang dengan teman. Di antara meja-meja sederhana, berbagai percakapan akan mengalir, mulai dari obrolan mengenai kuliah, cerita keseharian, hingga melempar tawa.
Suasana hangat ini membuat kantin terasa lebih hidup. Bukan hanya mahasiswa, tenaga kependidikan dan staf kampus juga menikmati waktu makan siang di tempat ini.
Kadang-kadang, alumni akan duduk di sudut kantin, memesan makanan yang dulu sering mereka santap, sambil mengenang masa-masa ketika masih menjadi mahasiswa.
Bakso dan Mie Ayam Dab Supri

Salah satu menu makanan yang paling dikenal adalah bakso dan mie ayam milik Dab Supri. Bagi sebagian mahasiswa, hidangan ini adalah menu wajib yang harus dicoba setiap kali datang ke kantin.
Kuah kaldu bakso yang gurih dan mie ayam yang medok telah menjadi rasa cinta para penikmat bakso dan mie ayam. Satu porsi bakso dibandrol Rp12.000, mie ayam Rp12.000 dan mie ayam bakso Rp13.000.
Bukan hanya cita rasa yang akan digemari oleh mahasiswa tetapi juga canda dan tawa dengan Dab Supri sendiri.
Setiap kali mahasiswa yang memesan akan ditanya mengapa sudah lama tidak ke kantin atau saat akan membayar pasti akan digoda soal harga yang dipesan.
Inilah kehangatan di sudut sudut kampus, kehangatan yang datang dari insan yang senantiasa menanti kedatangan mahasiswa dengan cerita dan informasinya.
Bakso dan Mie Ayam Dab Supri bukan hanya tempat untuk makan tetapi juga tempat untuk tawa dan senyum yang hadir. Tempat ini akan selalu dicari dan dinanti.
Bagi yang ingin pilihan lain, terdapat warung ayam penyet yang juga digemari para mahasiswa. Selain itu, ada pula kedai babi milik Mas B yang menjadi alternatif menu bagi mahasiswa yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda.
Kantin realino memang tidak terlalu luas, tapi kantin ini cukup bagi siapa saja yang ingin singgah. Ruang sederhana ini menghadirkan suasana akrab dan membuat siapa aja betah untuk duduk lebih lama.
Kantin ini telah menjadi titik temu bagi cerita dan pengalaman yang lahir dari kehidupan kampus.
Karena itulah, bagi sebagian mahasiswa, Kantin Realino bukan hanya kantin biasa. Tempat ini sudah menjadi semacam “sudut mahasiswa” ruang sederhana di tengah kampus yang menyimpan banyak cerita, tawa, dan kenangan.
Editor: Elisabeth Zelda | Dokumentasi Pribadi