TAWA SASTRA – Jika berbicara tentang kota Yogyakarta, banyak orang langsung teringat Malioboro, angkringan, atau suasana kotanya yang selalu bikin rindu.Â
Namun Jogja bukan cuma soal wisata dan kuliner. Kota ini juga hidup dari kreativitas orang-orang di dalamnya.
Salah satunya adalah Djaduk Ferianto, seniman visual yang ikut memberi warna pada wajah kota Jogja melalui karya-karyanya.
Bagi , Jogja adalah ruang yang penuh inspirasi.
Suasana jalanan, mural di sudut kota, obrolan sederhana di warung kopi, sampai kehidupan anak muda yang sering menjadi ide dalam karya-karyanya.
Dari hal-hal sederhana itu, ia menciptakan karya visual yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Gaya karya Djaduk dikenal berani dan penuh warna.
Lewat mural dan ilustrasi, ia mencoba menggambarkan bagaimana Jogja terus bergerak mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan kreativitasnya.
Beberapa karyanya bahkan hadir di ruang publik, membuat siapa saja bisa menikmati seni tanpa harus datang ke galeri.
Menurut Djaduk, seni jalanan bukan hanya soal menggambar tembok agar terlihat menarik. Ada pesan dan cerita yang ingin disampaikan.
Kadang tentang kehidupan sosial, kadang tentang keresahan anak muda, dan kadang juga tentang perubahan kota yang semakin cepat.
Karena itu, karyanya terasa lebih hidup dan dekat dengan masyarakat.
Di tengah modernisasi yang terus berkembang, Jogja memang perlahan berubah.
Kafe-kafe baru mulai bermunculan, ruang publik semakin ramai, dan kehidupan kota yang terasa semakin cepat.
Namun bagi Djaduk, perubahan itu justru menjadi tantangan untuk terus berkarya.
Ia percaya Jogja tetap punya jiwa kreatif yang tidak mudah hilang.
Kehadiran seniman seperti Djaduk Ferianto menunjukan bahwa Jogja bukan sekedar kota pelajar atau kota wisata.
Jogja adalah kota yang memberi ruang bagi kreativitas untuk tumbuh.
Melalui karyanya, Djaduk tidak hanya menghiasi kreativitas untuk bertumbuh, namun juga merekam cerita tentang Jogja dan kehidupan masyarakat.
Di balik sitiap mural dan ilustrasi yang ia buat, ada potongan cerita tentang kota yang terus hidup, bergerak, dan berkembang bersama orang-orang yang mencintainya.
Editor: Mohammad Ganda Wibawasakti | Cr: Ultimagz