TAWA SASTRA – Kasus kekerasan di lingkungan perguruan tinggi kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah mahasiswa melaporkan dugaan tindakan kekerasan fisik dan verbal yang terjadi di dalam kampus.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran mengenai keamanan dan kenyamanan lingkungan akademik yang seharusnya menjadi ruang aman bagi civitas akademik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kekerasan tersebut diduga terjadi dalam kegiatan internal organisasi mahasiswa.

Seorang korban yang enggan disebutkan namanya mengaku mengalami tekanan psikologis serta perlakuan tidak pantas dari seniornya.
Tidak hanya kekerasan verbal, beberapa laporan juga menyebut adanya tindakan fisik yang dilakukan dengan dalih “pendisiplinan”.
Hal ini dinilai bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan dan etika akademik yang dijunjung tinggi oleh perguruan tinggi.
Pihak kampus melalui pernyataan resminya menyatakan tengah melakukan investigasi terhadap laporan tersebut.

Pengamat pendidikan menilai bahwa kasus ini mencerminkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap budaya organisasi di perguruan tinggi.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan kekerasan di dunia pendidikan tinggi yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Diharapkan, langkah tegas dan sistematis dari pihak kampus dapat mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Editor: Carissa Azahra Candraningtyas | Cr: sekretariatnegara, CNN Indonesia, hukumumsida, BBC