
TAWA SASTRA – Setiap bulan Ramadan, kurma hampir tidak pernah absen dari meja makan. Buah kecil yang manis seolah menjadi menu wajib setelah seharian menahan lapar dan haus. Sebenarnya, kurma bukan cuma datang karena tradisi atau kebiasaan saja, lho. Dibalik rasanya yang manis ternyata kurma punya banyak manfaat untuk tubuh lebih siap saat berbuka.
Kurma menjadi salah satu pilihan baik saat berbuka karena kurma dapat langsung mengembalikan energi. Biasanya, setelah seharian puasa kadar gula di tubuh kita menurun sehingga, kurma yang banyak mengandung gula alami seperti glukosa ini dapat cepat diserap tubuh. Jadi, begitu makan kurma, badan yang tadinya lemas, letih, dan lesu dapat terasa lebih segar, tidak heran kalau banyak orang merasa dirinya hidup lagi setelah makan kurma saat azan maghrib tiba.
Kurma juga mengandung serat cukup tinggi yang berperan penting dalam membantu sistem pencernaan agar kembali bekerja dengan baik setelah beristirahat selama beberapa jam sehingga membuat perut tidak kaget saat menerima makanan pertama.
Selain itu, kurma memiliki vitamin dan mineral seperti kalium, magnesium, dan vitamin B. Kandungan ini membantu menjaga keseimbangan dalam tubuh serta mendukung fungsi otot dan saraf. Kurma merupakan golongan makanan yang ringan dan mudah dicerna sehingga sangat penting dimakan ketika berbuka puasa daripada gorengan karena makanan berminyak justru menyebabkan gangguan kesehatan.
Kebiasaan makan Kurma saat berbuka memiliki dasar dalam ajaran agama Islam. Nabi Muhammad SAW menganjurkan berbuka puasa dengan Kurma yang mana anjuran ini sejalan dengan penjelasan ilmu kesehatan.
Dengan berbagai manfaat yang dimilikinya tidak heran jika Kurma menjadi pilihan favorit saat berbuka puasa. Selain mengikuti sunnah, mengonsumsi kurma juga menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan selama bulan Ramadhan. Bukan sekadar manis di lidah tapi kurma juga baik untuk tubuh kita.
Editor: Chrisnina Eka Pramesti | Cr: www.astronauts.id, Canva