TAWA SASTRA – Bahasa bukan sekadar alat untuk berbicara atau menyampaikan pesan.
Lebih dari itu, bahasa juga menunjukkan bagaimana manusia memandang lingkungan di sekitarnya.
Cara kita memilih kata ternyata dapat memengaruhi cara berpikir terhadap alam.
Misalnya, ketika hutan disebut sebagai “sumber daya alam”, hutan sering dianggap sebagai sesuatu yang bisa dimanfaatkan terus-menerus.
Namun, jika hutan disebut sebagai “rumah bersama”, muncul kesan bahwa alam perlu dijaga dan dilindungi.
Dalam kajian ekolinguistik, bahasa dipahami memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan hidup.
Kata-kata yang digunakan sehari-hari dapat membentuk sikap manusia terhadap alam.
Kalimat sederhana seperti “sampah saya” misalnya, terdengar lebih bertanggung jawab dibandingkan “sampah itu”.
Dari pilihan kata tersebut, terlihat bagaimana bahasa dapat membangun kesadaran pribadi terhadap lingkungan.
Kerusakan Alam yang Tersamar oleh Bahasa
Namun, perkembangan bahasa modern terkadang membuat kerusakan lingkungan terdengar lebih halus dan tidak terlalu serius.
Contohnya, istilah “pengembangan wilayah” sering digunakan untuk menggambarkan pembukaan lahan atau penebangan hutan.
Begitu juga dengan istilah “limbah cair” yang terdengar teknis, padahal sebenarnya merujuk pada pencemaran lingkungan.
Penggunaan bahasa seperti ini membuat masalah lingkungan terasa lebih samar.
Karena itu, penggunaan bahasa dalam membahas lingkungan hidup perlu diperhatikan.
Kata-kata yang jelas dan jujur akan membantu masyarakat memahami kondisi sebenarnya.
Bahasa yang tepat juga dapat menumbuhkan rasa peduli dan mendorong orang untuk lebih sadar terhadap lingkungan di sekitarnya.
Dari sini dapat terlihat bahwa bahasa dan lingkungan memiliki hubungan yang sangat dekat.
Cara manusia berbicara tentang alam sedikit banyak memengaruhi cara manusia memperlakukan alam itu sendiri.
Semakin baik bahasa yang digunakan untuk membangun kesadaran lingkungan, semakin besar pula kemungkinan munculnya kepedulian untuk menjaga bumi bersama.
Editor: Mohammad Ganda Wibawasakti | Cr: InfoPublik