TAWA SASTRA – Kesadaran masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup menunjukkan tren positif melalui peningkatan aktivitas daur ulang sampah di tingkat rumah tangga.
Upaya ini dilakukan sebagai langkah nyata untuk mengurangi volume sampah yang terus menumpuk di berbagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Saat ini, banyak warga yang mulai secara disiplin memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari dapur.
Sampah organik, seperti sisa makanan dan dedaunan, diolah secara mandiri menjadi pupuk kompos untuk tanaman.
Sementara itu, sampah anorganik berupa botol plastik, kardus, dan kaleng dikumpulkan untuk disetorkan ke bank sampah setempat.
Sistem pemilahan ini memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan dan manajemen kebersihan kota.
Beberapa dampak yang terjadi, yakni mengurangi beban TPA dan mencegah pencemaran.
Pergeseran kebiasaan ini mengubah pola pikir masyarakat dari yang semula hanya membuang sampah, kini menjadi memanfaatkan kembali barang bekas.
Beberapa kelompok warga bahkan memanfaatkan limbah plastik bersih untuk dikreasikan menjadi barang guna baru.
Beberapa barang yang sering ditemui adalah pot tanaman dan kerajinan tangan.

Editor: Carissa Azahra Candraningtyas | Cr: Yayasan IAR Indonesia