TAWA SASTRA – Aktivitas pagi di Pasar Beringharjo terlihat ramai oleh pedagang dan pembeli yang mulai memenuhi lorong-lorong pasar.Â
Para pedagang dari berbagai kebutuhan sehari-hari mulai dari sayur, buah, rempah-rempah, dan pakaian tradisional khas Yogyakarta.

Suara tawar-menawar dan sapaan hangat antara penjual dan pembeli menciptakan suasana pasar yang hidup dan penuh keakraban.
Di tengah keramaian pasar, interaksi antara penjual dan pembeli berlangsung dengan baik dan saling menghargai.
Pedagang kecil tetap mendapat kesempatan untuk mencari nafkah ada masyarakat dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan harga yang terjangkau.

Tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, pasar tradisional juga menjadi ruang sosial tempat masyarakat saling berinteraksi dan membantu satu sama lain.
Kondisi ini mencerminkan pengamalan sila kelima Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Semua masyarakat tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam melakukan aktivitas ekonomi serta memperoleh kebutuhan hidup secara layak.

Melalui aktivitas yang sederhana di pasar tradisional, nilai kebersamaan, kerja keras, dan keadilan sosial masih terasa kuat dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta.
Pasar tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga menjadi simbol kehidupan masyarakat yang saling mendukung demi kesejahteraan bersama.
Editor: Chrisnina Eka Pramesti| Cr: id.images, jogja.antaranews, jogja.antaranew