TAWA SASTRA – Tugas akhir merupakan salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan gelar sarjana.
Selain menentukan topik penelitian yang relevan, mahasiswa juga harus memperhatikan kesalahan-kesalahan yang dianggap sepele, tetapi sangat berpengaruh dalam tugas akhir.
Revisi berulang kerap menjadi tantangan bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir.
Karena adanya revisi, mahasiswa sering merasa putus asa untuk melanjutkan tugas akhir yang sebenarnya sudah hampir selesai.
Kesalahan-kesalahan ini sebenarnya bukan merupakan suatu kesalahan besar, tetapi sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Kesalahan yang selalu ada di setiap bab.

Sebagai mahasiswa, kita harus mengenali kesalahan apa saja kebahasaan yang sering terjadi dalam tugas akhir.
Inilah 3 kesalahan yang kerap terjadi dalam tugas akhir:
- Penggunaan imbuhan di-
Meskipun terlihat sepele, hanya berbeda dalam penggunaan spasi.
Penggunaan imbuhan di- yang merujuk pada kata kerja seharusnya digabung. Hal ini kerap sekali menjadi kesalahan dalam tugas akhir karena penulisannya yang dipisah.
Contoh: dibeli, diberi, dan dibaca.
Berbeda dengan imbuhan di- yang digunakan untuk menunjukkan sebuah tempat atau lokasi. Penggunaan imbuhan di- dalam konteks ini seharusnya dipisah.
Contoh: di kanan, di rumah, dan di jalan.
Kesalahan ini kerap terjadi karena imbuhan yang digunakan sama.
Meskipun begitu, hal ini perlu diperhatikan karena akan merujuk pada makna yang berbeda.
2. Kesalahan Dalam Mengetik (Typo)
Tugas akhir bukan tugas yang dapat diselesaikan hanya dalam kurun waktu satu hingga tiga hari.
Proses pengerjaan tugas akhir biasanya akan menghabiskan waktu berbulan-bulan.
Mahasiswa seringkali merasa kewalahan dalam mengerjakan tugas akhir, hingga menyebabkan kesalahan dalam mengetik sebuah kata.
Typo merupakan salah satu kesalahan yang sangat sering terjadi dalam penulisan tugas akhir.
Maka dari itu, hal ini sangat perlu untuk diperhatikan, karena kesalahan tersebut kerap sekali melahirkan kata dengan makna yang berbeda.
Kata dengan makna yang berbeda bisa menjadi tidak relevan dengan topik yang dibicarakan.
Contoh:
- Mata -> mati
- Buku -> Buka
- Ikan -> Iran
Kesalahan-kesalahan tersebut terlihat sepele, tetapi sangat berpengaruh terhadap isi dari tugas akhir para mahasiswa.
3. Penggunaan Tanda Baca
Penggunaan tanda baca menjadi salah satu kesalahan berbahasa yang paling sering ditemukan dalam penulisan tugas akhir mahasiswa.
Meski terlihat sederhana, kekeliruan dalam penggunaan koma, titik, titik dua, maupun tanda hubung dapat memengaruhi kejelasan makna sebuah kalimat.
Tidak sedikit mahasiswa yang masih menempatkan tanda baca secara tidak tepat, seperti penggunaan koma yang berlebihan atau justru menghilangkannya dalam kalimat panjang.
Kesalahan tersebut sering muncul karena mahasiswa lebih berfokus pada isi penelitian dibandingkan ketelitian dalam aspek kebahasaan.
Padahal, tanda baca memiliki fungsi penting untuk membantu pembaca memahami alur pikiran penulis.
Kalimat yang minim tanda baca dapat menimbulkan makna ganda, sedangkan penggunaan tanda baca yang tidak sesuai membuat tulisan terasa tidak efektif dan sulit dipahami.
Kesalahan-kesalahan di atas kerap sekali terjadi dalam setiap tugas akhir mahasiswa.
Dalam penulisan akademik, ketepatan penggunaan bahasa dapat mencerminkan kualitas penulisan dan tingkat ketelitian penulis.
Dosen pembimbing maupun penguji umumnya memperhatikan aspek kebahasaan sebagai bagian dari penilaian tugas akhir.
Oleh sebab itu, mahasiswa perlu membiasakan diri untuk meninjau kembali penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Dengan begitu, tulisan yang dihasilkan menjadi lebih runtut, jelas, dan mudah dipahami.
Editor: Chrisnina Eka Pramesti | Cr: gudangskripsi, pinterest