TAWA SASTRA – Bagi sebagian orang, tumpukan kertas setebal ratusan halaman mungkin hanya deretan kata yang membosankan.
Namun bagi There, Mahasiswi Universitas Sanata Dharma yang sehari-harinya berkutat dengan tugas kuliah, novel adalah dunia paralel yang menawarkan candu.
Hobi membaca ini bukan sekadar pengisi waktu luang yang statis bagi There.
Ia bisa “tenggelam” di mana saja, mulai dari keheningan kamar di rumah hingga di tengah deru kereta api saat menempuh perjalanan.
“Kalau bener-bener free dan nggak kuliah, aku bisa baca seharian penuh. Sampai males makan karena saking bagusnya,” ungkap There.
Bagi There, membaca novel itu menumbuhkan rasa candu.
Ada rasa penasaran yang tak terbendung untuk segera membalik halaman dan mencari tahu apa yang terjadi setelah ini?
Rasa penasaran tersebut yang membuatnya rela mengabaikan rasa lapar demi menuntaskan satu demi satu bab cerita.
Puncak dari candu ini terjadi sejak saat ia masih semester pertama di perkuliahan.
Sebuah novel berjudul Canva Narendra karya Ita Krn berhasil membuatnya terjaga hingga larut malam, menangisi takdir sang tokoh utama yang sudah ia anggap seperti “pacar” sendiri.
“Ya jelas kehilangan lah, pacar aku sendiri loh itu,” seloroh There.
Baginya, Canva adalah simbol ketulusan, remaja dari keluarga broken home yang berjuang melawan penyakit mematikan demi impian bersatu kembali dengan orang tuanya.
Tragisnya, Canva mengembuskan napas terakhir tepat saat orang tuanya datang.
Akhir kisah yang membuat There menangis tersendu karena tak sesuai harapan.
“Ceritanya nyedihin banget. Canva itu tulus buat cewek yang dicintainya, dia mau menerima apa adanya,” tambahnya.
Melalui hobi ini, kita melihat bahwa novel bukan sekadar hiburan.
Bagi There, setiap tetes air mata yang jatuh untuk sosok fiksi adalah bukti ketulusan, meski hanya hadir dalam lembaran buku, ia tetap mampu menyentuh hati di dunia nyata.
Di antara hiruk-pikuk kereta dan tumpukan tugas kuliah, novel adalah tempat There “pulang” untuk menemukan perasaan-perasaan yang paling jujur.
Editor: Carissa Azahra Candraningtyas | Cr: Pinterest