Identitas Buku
Judul: Korpus Uterus
Penulis: Sasti Gotama
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2025
ISBN: 9786020683775
Jumlah Halaman: 296 halaman
Penghargaan: Naskah yang Menarik Perhatian Juri Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2023

Novel Korpus Uterus ini pernah menjadi naskah yang menarik perhatian juri Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2023 sebelum akhirnya diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2025.
Sinopsis
Novel Korpus Uterus karya Sasti Gotama mengisahkan Luh, seorang anak yang lahir dari peristiwa pemerkosaan pada tahun 1965.
Sejak masih berada dalam kandungan, ibunya telah berulang kali berusaha menggugurkannya, tetapi selalu gagal.
Luh tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu hingga akhirnya meninggalkan rumah pada usia lima tahun.
Luh bertemu seorang perempuan bernama Nur yang kemudian membawanya pulang dan merawatnya di rumah kontrakan yang dihuni beberapa perempuan pekerja seks komersial.
Di tempat itulah Luh tumbuh hingga menginjak usia remaja.
Saat Luh mulai beranjak remaja, ia merasa tidak etis apabila terus tinggal di sana bersama perempuan-perempuan itu, apalagi dirinya sudah mulai mengalami mimpi basah.
Luh pun pergi dari sana dan mulai bekerja di rumah sakit sebagai cleaning service pengganti yang tidak terdaftar secara resmi.
Di rumah sakit tersebut, tanpa sengaja Luh menarik perhatian seorang dokter kandungan yang bernama dr. Marcia Kusmini atau akrab disapa dr. Markus.
Luh kemudian diminta untuk menjadi tukang kebun sekaligus asisten dr. Markus untuk praktik di rumah.
Dari sana, Luh belajar cara melakukan aborsi karena dr. Markus sering kali terpaksa melakukan aborsi legal bagi pasien-pasien yang memiliki kondisi tertentu.
Ketertarikan Luh pada praktik aborsi membuatnya diam-diam mencuri alat-alat aborsi milik dr. Markus dan membuka klinik aborsi ilegal.
Baginya, hal itu adalah suatu bentuk “kebaikan hatinya” untuk menyelamatkan janin-janin yang tidak diinginkan agar tidak perlu lahir dan hidup menderita di dunia.
Suatu hari, seorang perempuan bernama Lara datang ke klinik Luh karena menyangka dirinya hamil, padahal tidak.
Pertemuan itu menjadi awal kedekatan mereka.
Lara sering berkunjung ke rumah Luh sepulang sekolah hingga sebuah peristiwa tragis menyebabkan Lara meninggal dunia di sana.
Hilangnya Lara membuat keberadaan klinik aborsi milik Luh mulai terendus, terutama oleh kakak perempuan Lara yang bernama Luri.
Peristiwa tersebut menjadi awal ancaman terhadap keberlangsungan praktik ilegal yang selama ini dijalankan Luh.
Tentang Penulis: Seorang Dokter yang Mencintai Sastra
Sasti Gotama adalah seorang dokter yang kini lebih fokus untuk berkarya dalam dunia sastra Indonesia.
Karier kepenulisannya bermula dari kebiasaan menulis yang baginya merupakan suatu katarsis.
Kini, karya-karyanya telah banyak diterbitkan dan memperoleh penghargaan bergengsi.
Buku antologinya yang berjudul Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam? memperoleh Hadiah Sastra “Rasa” dari Ayu Utami pada tahun 2022.
Buku antologinya yang lain Akhir Sang Gajah di Bukit Kupu-Kupu menjadi pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 untuk kategori cerita pendek.
Isu Penting yang Disoroti: Kekerasan terhadap Perempuan
Novel ini mengandung beberapa isu penting yang dikemas dengan sangat rapi melalui latar belakang dan kehidupan tokoh-tokoh cerita.
Isu utama yang diangkat dalam novel ini adalah isu kekerasan terhadap perempuan, termasuk pelecehan seksual dan aborsi yang masih marak terjadi di masyarakat.
Uniknya, tokoh utama dalam novel ini adalah seorang laki-laki bernama Luh yang berprofesi sebagai ahli aborsi ilegal.
Pemilihan laki-laki sebagai tokoh utama dalam novel yang mengangkat isu perempuan ini seolah dilakukan dengan sengaja untuk menyuarakan pembelaan terhadap perempuan yang sering kali “dibungkam” dan disalahkan atas berbagai kekerasan yang dialaminya.
Kelebihan Novel
Novel Korpus Uterus karya Sasti Gotama ini memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut.
· Keberanian Mengangkat Isu yang Dianggap Tabu
Isu kekerasan terhadap perempuan sudah cukup banyak ditemui dalam karya sastra Indonesia.
Namun, novel ini secara khusus menyoroti isu aborsi yang selama ini selalu dianggap sebagai sesuatu yang tabu untuk dibahas apalagi dilakukan, terlepas dari aturan hukum yang mengaturnya.
· Riset Medis yang Mendalam
Latar belakang penulis yang merupakan seorang dokter membuat tindakan-tindakan medis yang terdapat dalam adegan novel ini dapat tersampaikan secara detail sehingga sangat membantu pembaca untuk dapat membayangkan dan memahami alur ceritanya.
· Eksplorasi Psikologis Tokoh yang Kuat
Penokohan dalam novel ini sering kali difokuskan pada aspek psikologisnya. Setiap tindakan yang dilakukan serta keputusan yang diambil oleh tokoh-tokoh dalam novel ini selalu memiliki alasan yang kuat berdasarkan kondisi psikologis mereka.
Kekurangan Novel
Meskipun novel ini memuat banyak kelebihan, novel ini juga memiliki kekurangan. Berikut ini adalah beberapa kekurangan yang terdapat dalam novel Korpus Uterus karya Sasti Gotama.
· Mengandung Adegan yang Berpotensi Menimbulkan Ketidaknyamanan
Novel ini secara umum mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan, termasuk kasus pelecehan seksual dan aborsi.
Penggambaran adegan kekerasan yang cukup detail dalam novel ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pembaca, bahkan berpotensi membangkitkan trauma.
· Beberapa Latar Waktu Bersejarah Kurang Dieksplorasi Secara Mendalam
Rentang waktu yang menjadi latar novel ini cukup luas dan melewati masa-masa penting yang terjadi di Indonesia, misalnya tahun 1965 dan 1998.
Namun, sayangnya latar-latar waktu tersebut kurang dieksplorasi secara mendalam sehingga adegan-adegan yang berada pada latar waktu tersebut terasa kurang detail dan kurang menyatu dengan realitas yang terjadi pada masa itu.
· Fokus Penceritaan Terlalu Sering Berpindah
Banyaknya tokoh yang terdapat dalam novel ini dapat membuat pembaca kesulitan untuk berfokus pada tokoh utama cerita.
Fokus penceritaan sering kali berpindah pada tokoh lain untuk menceritakan latar belakang setiap tokoh.
Hal itu berpotensi memperlambat alur cerita dan membuat cerita jadi terkesan membosankan.
Kesimpulan dan Rekomendasi Karya Setipe
Secara keseluruhan, novel Korpus Uterus karya Sasti Gotama dapat memberikan perspektif yang lebih luas mengenai isu kekerasan terhadap perempuan yang sangat umum terjadi di masyarakat.
Keberanian penulis untuk mengangkat isu aborsi yang sering dianggap tabu, seolah menggugat kekerasan struktural dan kultural yang selama ini telah ternormalisasi.
Novel Korpus Uterus karya Sasti Gotama ini sangat direkomendasikan bagi kalian yang menyukai cerita dengan aspek psikologis yang kuat dan eksplorasi isu yang mendalam.
Bagi kalian yang sudah membaca dan menyukai novel Korpus Uterus karya Sasti Gotama, mungkin kalian juga akan menyukai buku-buku berikut.
· Novel Saman karya Ayu Utami
· Novel Entrok karya Okky Madasari
· Novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan
· Antologi Sagra karya Oka Rusmini
· Antologi Sihir Perempuan karya Intan Paramaditha
Catatan Redaksi: Tulisan ini merupakan karya mahasiswa sebagai bagian dari pemenuhan UAS mata kuliah Penulisan Opini dan Resensi.
Editor: Elisabeth Zelda Indarwan | Cr: shopee.co.id