TAWA SASTRA – Saat ini, mahasiswa di berbagai kota besar semakin aktif mencari kafe-kafe aesthetic sebagai lokasi pembuatan konten Instagram.

Tren ini tidak lagi sekadar tentang tempat nongkrong, melainkan berburu lokasi yang menawarkan suasana menarik, desain interior yang estetik, pencahayaan alami yang mendukung fotografi, serta berbagai sudut foto yang membuat tampilan feed media sosial semakin menarik.




Banyak kafe baru bermunculan dengan konsep yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konten generasi muda di media sosial.
Mulai dari interior yang minimalis dengan banyak tanaman hijau, dinding dengan cermin yang menyuguhkan cahaya alami, hingga konsep rooftop dengan pemandangan kota yang memukau, terutama saat matahari terbenam.
Di Yogyakarta, kawasan seperti Tugu, Kota Baru, Kaliurang, dan Demangan menjadi favorit karena menyediakan berbagai pilihan kafe dengan vibe yang berbeda-beda, mulai dari all-white modern, warna pastel, hingga nuansa vintage yang hangat.
Selain estetika, kafe-kafe ini juga mendukung produktivitas mahasiswa.
Wi-Fi yang stabil, banyak colokan listrik, kursi yang nyaman untuk bekerja berjam-jam, serta musik latar yang santai membuat tempat ini ideal untuk mengerjakan tugas kuliah sambil sesekali mengabadikan momen.
Banyak mahasiswa mengaku bahwa mengunggah foto atau reel di kafe aesthetic dapat meningkatkan interaksi (engagement) di media sosial mereka.

Pada akhirnya, di era digital seperti sekarang, kafe telah menjadi lebih dari sekadar tempat minum kopi.
Bagi mahasiswa, kafe aesthetic merupakan bagian dari gaya hidup yang mendukung kreativitas dan keinginan untuk selalu tampil estetik di media sosial
Editor: Elisabeth Zelda Indarwan | Cr: Dokumentasi Pribadi Penulis